Gellidiumjuga banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan yang kaya kana nutrisi. Gellidium juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan penstabil, emulsifier dan pembentuk gel yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Gellidium mengandung agar sekitar 12 - 48 % sehingga dapat digunakan sebagai sumber serat yang bermanfaat untuk kesehatan. Pertanyaan Sumber bahan makanan alternatif dapat digunakan untuk mengatasi krisis bahan pangan dari kelompok alga, seperti Gellidium, Ulva, dan Euchema spinosum. Secara berurutan ketiga spesies tersebut bermanfaat untuk pembuatan. protein sel tunggal, agar-agar, dan sayuran. protein sel tunggal, sayuran dan agar-agar. pembuatanpil dan salep (SHARMA, 1992).Bahkan saat ini agar telah digunakan dalam pengembangan bioteknologi (AN ULLMAN'S, 1998). Produksi agar di berbagai belahan dunia menggunakan bahan baku Gelidium, Gracilaria, Ahnfeltia, Hypnea, Campylaephora, Pterocladia, Eucheuma, Gigartina, Chondrus, Phyllophora, Acanthophora specifera, Ceramium spp., Norimerupakan produk pangan yang dihasilkan dari rumput laut Phorphyra. Phorphyra tidak tersedia di Indonesia sehingga upaya membuat produk nori dapat digunakan rumput lain yang Porphyratenerakijellum yang bermanfaat untuk suplemen kesehatan, Laminaria digitalis dan Macrocystis pyrifera sebagai penghasil iodium untuk mengobati penyakit gondok, Laminaria sp. sebagai bahan pembuatan pil, tablet antibiotik, dan salep, Eucheuma spinosum, Gelidium, Gracillaria lichenoides Sumberbahan makan alternatif dapat digunakan untuk mengatasi krisis bahan pangan dari kelompok alga seperti gellidium ulva dan eucheuma spinosum secara berurutan ketiga spesies tersebut bermanfaat untuk pembaruan 2 Lihat jawaban Iklan Iklan RakaTriadi RakaTriadi Bermanfaat untuk pembaruan sumber karbohidrat, karena Gellidium ulva dan euchema SoalUN SMA Tahun 2017 No. 2. Sumber bahan makanan alternative dapat digunakan untuk mengatasi krisis bahan pangan dari kelompok alga, seperti Gellidium, Ulva, dan Eucheuma spinosum. Secara berurutan ketiga species tersebut bermanfaat untuk pembuatan . a. Protein sel tunggal, agar-agar, dan sayuran. b. Protein sel tunggal, sayuran, dan agar Algamerah lain seperti Gracilaria lichenoides, Euchema spinosum, Gelidium dan Agardhiella dibudidayakan karena menghasilkan bahan serupa gelatin yang dikenal sebagai agar-agar. Gel ini digunakan oleh para peneliti sebagai medium biakan bakteri dan fase padat pada elektroforesis gel , untuk pengental dalam banyak makanan , perekat tekstil Memilikikemampuan untuk berpendar atau menghasilkan cahaya ini dinamakan bioluminescent. Dan alga ini uniseluler memiliki dua flagella, dan diselubingi oleh lapisan selulosa. Contoh alga jenis ini adalah Eucheuma spinosum, E. cottonii, Gelidium sp, dan Gracilaria sp. yang dibudidayakan sebagai rumput laut. 8. Chlorophyta (Green Algae Sumberbahan makanan alternatif dapat digunakan untuk mengatasi krisis bahan pangan dari kelompok alga, seperti Gellidium, Ulva, dan Eucheuma spinosum. Secara berurutan ketiga spesies tersebut bermanfaat untuk pembuatan . A. protein sel tunggal, agar-agar, dan sayuran B. protein sel tunggal, sayuran, dan agar-agar 7upCQ3J. Makanan Kesehatan Indonesia, being a country with abundant marine resources, offers a wide range of seafood that are not only delicious but nutritious as well. Among the different types of seaweed that are commonly found in Indonesia, gellidium, ulva, and eucheuma spinosum are considered to be some of the most sought-after because of their many health benefits. Gellidium is a type of red seaweed that is commonly found in the waters of Indonesia. It is packed with essential vitamins and minerals that are essential for optimal health. One of the many health benefits of gellidium is that it helps to maintain healthy eyesight. This is because gellidium contains vitamins A and C, which are known to be good for the eyes. Additionally, gellidium also contains iron, which is important for the production of hemoglobin in the body, the protein that carries oxygen throughout the body. Ulva, on the other hand, is a type of green seaweed that is also commonly found in Indonesia. It is an excellent source of iodine, which is an essential nutrient that helps to regulate the thyroid gland. The thyroid gland is responsible for producing hormones that regulate metabolism. If the thyroid gland is not functioning properly, then it can lead to problems such as weight gain and fatigue. Consuming ulva on a regular basis can help to keep the thyroid gland functioning properly. Eucheuma spinosum is a type of brown seaweed that is also common in Indonesia. It is rich in dietary fiber, which is important for maintaining digestive health. Dietary fiber helps to prevent constipation and other digestive problems. In addition to fiber, eucheuma spinosum also contains a variety of vitamins and minerals that are essential for good health. The health benefits of gellidium, ulva, and eucheuma spinosum have been recognized by many, and as a result, these seaweeds are now being used in the production of various health foods and supplements. For example, gellidium is commonly used as an ingredient in seaweed snacks and capsules, while ulva is commonly used in soups and stews. Eucheuma spinosum is often used in salads and as a thickener for various types of sauces and gravies. If you’re looking to incorporate more seaweed into your diet, then gellidium, ulva, and eucheuma spinosum are definitely worth considering. These seaweeds offer a wide range of health benefits and can be easily incorporated into a variety of different dishes. Whether you choose to enjoy them in soups, salads, or as snacks, you can be sure that you will be doing your body a favor. In conclusion, gellidium, ulva, and eucheuma spinosum are some of the most beneficial seaweeds that are commonly found in Indonesia. They offer a wide range of health benefits and are easy to incorporate into a variety of dishes. If you’re looking to improve your overall health and well-being, then be sure to consider adding these seaweeds to your diet. Produk Kosmetik Alami Indonesia terkenal dengan keanekaragaman hayati lautnya, dan salah satu spesies laut yang populer di Indonesia adalah ganggang laut atau rumput laut. Beberapa jenis ganggang laut populer di Indonesia seperti gellidium ulva dan eucheuma spinosum dikenal untuk memiliki banyak manfaat bagi kecantikan dan kesehatan kulit. Maka tak heran jika sekarang banyak perusahaan kosmetik Indonesia yang mulai mengembangkan produk kosmetik alami menggunakan bahan dasar ganggang laut. Produk kosmetik alami yang terbuat dari rumput laut memiliki manfaat yang melimpah bagi kesehatan dan keindahan kulit wajah. Beberapa produk kosmetik alami yang terbuat dari ganggang laut seperti masker dan sabun wajah, serum, moisturizer, dan bahkan asap wajah atau facial mist. Berikut beberapa manfaat dari produk kosmetik alami yang terbuat dari rumput laut 1. Membantu mengatasi jerawat dan masalah kulit lainnya Ganggang laut memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi yang dapat membantu mengatasi banyak masalah kulit, mulai dari jerawat, kulit kemerahan, hingga eksim. Produk perawatan kulit alami ini, dapat mengurangi radang pada kulit, menjaga kelembapan kulit sekaligus bisa mengontrol produksi minyak berlebih. 2. Memiliki kandungan antioksidan yang melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas Ganggang laut mengandung senyawa aktif seperti fucoidan yang dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Senyawa ini sangat cocok dipakai oleh mereka yang bekerja di luar ruangan dan terpapar sinar matahari karena bisa membantu mengurangi kerusakan pada kulit akibat paparan tersebut. Produk dengan kandungan ini bisa membantu mengurangi kerusakan pada kulit bagian dalam, membantu mengangkat sel-sel kulit mati, uang bisa memelihara kesehatan kulit. 3. Membantu meningkatkan produksi kolagen untuk kulit yang lebih awet muda Ganggang laut mengandung senyawa aktif yang dikenal sebagai sulfat, yang dapat membantu meningkatkan produksi kolagen pada kulit. Senyawa ini berguna untuk menjaga elastisitas kulit, mencegah garis halus dan keriput. 4. Bahan pengganti untuk bahan kimia berbahaya Produk kosmetik alami yang terbuat dari rumput laut adalah bahan pengganti bagi produk kimia berbahaya yang dapat merusak kulit. Banyak perusahaan kosmetik yang mulai beralih menggunakan bahan alami seperti rumput laut sebagai bahan dasar produk mereka. 5. Ramah lingkungan Produk kosmetik alami yang berasal dari rumput laut tentunya ramah lingkungan karena proses produksinya yang tidak memerlukan bahan kimia berbahaya. Kesimpulannya, produk kosmetik alami yang terbuat dari rumput laut memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kecantikan kulit. Ayo mulai beralih ke produk yang lebih sehat dan alami untuk kulitmu! Bahan Baku Farmasi Bahan baku farmasi adalah bahan-bahan yang digunakan untuk membuat obat atau produk farmasi lainnya. Di Indonesia, salah satu bahan baku farmasi yang penting adalah rumput laut. Beberapa jenis rumput laut yang sering digunakan sebagai bahan baku farmasi di Indonesia adalah gellidium, ulva, dan eucheuma spinosum. Gellidium adalah jenis rumput laut merah yang tumbuh di perairan yang dingin dan basah. Di Indonesia, gellidium sering digunakan sebagai bahan baku farmasi untuk membuat jeli atau gel. Gellidium mengandung banyak karbohidrat, seperti agarose dan agaropectin, yang dapat digunakan untuk mengikat air. Oleh karena itu, jeli atau gel yang dibuat dari gellidium dapat digunakan untuk mengatasi dehidrasi atau sebagai bahan tambahan dalam produk perawatan kulit. Ulva, atau yang dikenal juga sebagai sea lettuce, adalah jenis rumput laut hijau yang dapat ditemukan di perairan hangat dan dangkal. Di Indonesia, ulva digunakan sebagai bahan baku farmasi untuk membuat kosmetik dan produk perawatan kulit. Ulva mengandung banyak nutrisi dan zat antioksidan, seperti vitamin C dan beta-karoten, yang dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari dan polusi lingkungan. Eucheuma spinosum adalah jenis rumput laut merah yang tumbuh di perairan hangat. Di Indonesia, eucheuma spinosum digunakan sebagai bahan baku farmasi untuk membuat produk-produk kesehatan, seperti suplemen makanan dan obat-obatan. Eucheuma spinosum mengandung banyak zat nutrisi, seperti protein, karbohidrat, dan serat, yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan jantung. Selain rumput laut, Indonesia juga memiliki banyak sumber daya alam lain yang dapat digunakan sebagai bahan baku farmasi. Beberapa contohnya adalah tanaman herbal, seperti jahe, kunyit, dan temulawak, serta hewan laut, seperti ikan hiu dan kerang. Penggunaan sumber daya alam ini sebagai bahan baku farmasi dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di Indonesia, serta membantu memperkuat industri farmasi lokal. Dalam upaya untuk mengembangkan industri farmasi lokal, pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan berbagai kebijakan, seperti peningkatan investasi dalam penelitian dan pengembangan produk farmasi, serta pemberian insentif bagi perusahaan farmasi yang menggunakan bahan baku lokal. Dengan memanfaatkan sumber daya alam Indonesia sebagai bahan baku farmasi, diharapkan Indonesia dapat memenuhi kebutuhan obat-obatan dan produk farmasi lainnya secara mandiri, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Indonesia memiliki beragam jenis bahan baku tekstil yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan berbagai produk tekstil. Salah satu bahan baku tekstil yang semakin populer di Indonesia adalah rumput laut. Ada beberapa jenis rumput laut yang sering digunakan dalam produksi tekstil, di antaranya adalah Gellidium, Ulva, dan Eucheuma Spinosum. Gellidium merupakan salah satu jenis rumput laut merah yang tumbuh subur di perairan Indonesia. Gellidium memiliki tekstur yang halus dan lentur sehingga cocok digunakan sebagai bahan baku dalam produksi serat tekstil. Proses produksi serat tekstil dari Gellidium meliputi pengeringan, pemutihan, dan pengolahan lanjutan menjadi benang atau kain. Serat tekstil yang dihasilkan dari Gellidium memiliki karakteristik yang hampir sama dengan serat katun, yakni lembut, nyaman, dan tahan lama. Karena itu, produk tekstil yang dibuat dari bahan baku Gellidium sering digunakan dalam pembuatan pakaian, bedcover, dan bahan dekorasi interior rumah. Selain Gellidium, Ulva juga merupakan jenis rumput laut yang banyak digunakan sebagai bahan baku dalam produksi tekstil. Ciri khas dari Ulva adalah warnanya yang hijau kekuningan dan strukturnya yang kenyal. Bahan baku tekstil dari Ulva memerlukan beberapa tahap pengolahan, mulai dari pengeringan hingga pengolahan akhir menjadi benang atau kain. Produk tekstil dari Ulva banyak digunakan dalam pembuatan karpet, taplak meja, dan kain untuk pakaian musim panas. Eucheuma Spinosum merupakan jenis rumput laut yang lebih populer dengan sebutan rumput laut kering atau agar-agar. Meskipun begitu, Eucheuma Spinosum juga dapat digunakan sebagai bahan baku dalam produksi tekstil. Serat tekstil dari Eucheuma Spinosum memiliki keunggulan tahan air dan lembut sehingga cocok digunakan untuk pembuatan baju renang atau pakaian khusus lainnya. Proses pengolahan Eucheuma Spinosum menjadi serat tekstil meliputi pengeringan, pemutihan, dan pengolahan lanjutan menjadi benang atau kain. Pemanfaatan rumput laut sebagai bahan baku tekstil memiliki potensi yang sangat besar di Indonesia. Selain memiliki sumber daya alam yang melimpah, pemanfaatan rumput laut juga ramah lingkungan karena tidak membutuhkan bahan kimia yang berbahaya selama proses produksi. Dengan begitu, penggunaan rumput laut sebagai bahan baku tekstil tidak hanya memiliki nilai ekonomi yang tinggi, tetapi juga dapat mendukung pembangunan industri tekstil ramah lingkungan di Indonesia. Penjernih Air dan Pupuk Nabati Gellidium ulva, dan eucheuma spinosum telah terbukti menjadi bahan yang sangat bermanfaat dan efektif sebagai penjernih air yang dihasilkan dari limbah industri. Limbah yang dihasilkan dari industri harus diproses sebelum dibuang ke lingkungan agar tetap aman dan tidak merusak lingkungan. Kandungan alginat pada eucheuma spinosum mampu menyerap zat-zat berbahaya seperti logam berat dan limbah organik yang terkandung dalam air limbah. Kandungan alginat yang terdapat pada gellidium ulva juga mampu menyerap bahan organik dan partikel bakteri yang terkandung dalam air limbah. Bahan-bahan yang berasal dari rumput laut ini juga dapat digunakan sebagai bahan pembentuk pupuk alami. Bahan-bahan ini mengandung unsur hara yang baik bagi pertumbuhan tanaman seperti nitrogen, kalium, dan fosfor. Pupuk alami yang dibuat dari bahan-bahan ini juga dapat membantu tanaman untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tanah. Karena menggunakan bahan alami, pupuk ini sangat aman untuk digunakan dalam pertanian organik. Tanaman yang diberi pupuk alami dari gellidium ulva dan eucheuma spinosum akan lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Selain itu, pupuk alami juga lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung bahan kimia yang dapat merusak tanah serta tidak menimbulkan dampak negatif pada lingkungan. Indonesia merupakan negara penghasil gellidium ulva dan eucheuma spinosum terbesar di dunia. Kedua jenis rumput laut ini sangat mudah ditemukan di sepanjang pesisir pantai Indonesia. Selain memiliki nilai bisnis yang tinggi, kandungan nutrisi pada rumput laut ini sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia. Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan akan produk-produk berbahan dasar rumput laut semakin meningkat, terutama di negara-negara Asia dan Eropa. Dengan potensi yang dimiliki oleh rumput laut Indonesia, mulai dari penjernih air hingga pembuatan pupuk alami, tentunya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Selain itu, penggunaan bahan-bahan alami seperti gellidium ulva dan eucheuma spinosum dapat membantu mengurangi penggunaan bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Karena itu, pemerintah dan masyarakat harus terus berupaya untuk menjaga keberadaan dan kelestarian rumput laut di wilayah pesisir. Tingkatkan pemanfaatan bahan-bahan alami di sekitar kita dengan melakukan langkah-langkah kecil seperti pengurangan limbah dan pengolahan sisa-sisa rumah tangga. Dengan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak, kita dapat meningkatkan produksi bahan-bahan selain itu juga dapat membantu menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. Post Views 61 To read the full-text of this research, you can request a copy directly from the has not been able to resolve any citations for this dilakukan pengujian aktivitas antioksidan, antibakteri dan identifikasi senyawa aktif ekstrak metanol alga merah Eucheuma spinosum. Ekstraksi senyawa aktif dilakukan dengan metode maserasi menggunakan metanol. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan menentukan nilai EC50, sedangkan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak metanol Eucheuma spinosum tergolong sangat kuat dengan nilai EC50 22,13 ppm, sedangkan aktivitas atibakterinya terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli tergolong lemah dengan daya hambat pada konsentrasi 80 mg/mL secara berturut-turut sebesar 4 mm dan 3 mm. Uji fitokimia ekstrak metanol alga merah E. spinosum menunjukkan adanya kandungan golongan senyawa flavonoid, triterpenoid dan asam askorbat. Philip MolyneuxMolyneux, P. The use of the stable free radical diphenylpicrylhydrazyl DPPH for estimating antioxidant activityMalay apple Syzygium malaccense L. is a plant that can be used for treatment. Antioxidants have the activity to reduce free radical compounds which is one of the causes of the emergence of various diseases in humans. The purpose of this study to determine the comparison of methods of maceration and socletation extraction of antioxidant activity of malay apple leaf. Research stages include sampling, plant determination, making of simplisia, maceration extraction and socletation with 70% ethanol solvent and determine the antioxidant activity by UV-Vis spectrophotometry with DPPH 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl as free radical. The parameter is IC50 value that is the concentration of antioxidant compound which can cause 50% loss of DPPH free radical activity. Although both methods show very strong antioxidant activity, it can be concluded that the difference in extraction methods has an effect on the antioxidant activity produced. The results of antioxidant activity test showed that socletation methods gave an average IC50 value of ppm, this value is higher than maceration methods with an average IC50 value of ppm. Malay apple leaf has the potential as a natural antioxidant, although it has a lower IC50 value than vitamin C which is Mayore Lena DamongilalaHanny Welly MewengkangDaisy Monica MakapeduaThe purpose of this study was to determine the phytochemistry content of dried seaweed Eucheuma denticulatum and Kappaphycus alvarezii using methanol and ethanol as solvents and to measure the total plate count TPC in the simplicia of dried seaweed Eucheuma denticulatum and Kappaphycus alvarezii. The results showed that dried seaweed Eucheuma denticulatum and Kappahycus alvarezii extract with ethanol and methanol contained bioactive compounds such as Flavonoids, Saponins, Tannins, Terpenoids, Phenols and Alkaloid in Dragendorf reagents and Wagner reagents. However, alkaloid was not found in Mayer reagents in both seaweed. Moreover, steroid was only identified in both seaweed extracts with ethanol. While total plate count TPC in incubation for two days at 25–30˚C was CFU/g for dried seaweed Eucheuma denticulatum and Kappaphycus alvarezii had total plate count TPC of CFU/ dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kandungan fitokimia dari rumput laut kering Eucheuma denticulatum dan Kappaphycus alvarezii menggunakan pelarut methanol dan etanol, dan untuk mengukur total kapang dalam simplisia rumput laut kering Eucheuma denticulatum dan Kappaphycus alvarezii. Hasilnya menunjukkan bahwa rumput laut kering Eucheuma denticulatum dan Kappaphycus alvarezii yang di ekstrak dengan etanol dan methanol, mengandung senyawa Flavonoid, Saponin, Terpenoid, Tanin, Fenol dan Alkaloid pada pereaksi Dragendorf dan Wagner. Senyawa Alkaloid pada pereaksi Mayer tidak teridentifikasi pada kedua rumput laut. Senyawa Steroid yang teridentifikasi pada kedua rumput laut yang diekstrak dengan etanol. Sementara itu, total kapang yang di inkubasi selama dua hari pada suhu 25–30˚C ialah 3,1x102 CFU/g untuk rumput laut kering Eucheuma denticulatum, sedangkan rumput laut kering Kappaphycus alvarezii memiliki total kapang 3,4x102 CFU/ dan Identifikasi Golongan Senyawa Toksi Dari Daging Buah Pare Momordica charantia LI G A G BawaBawa, I. G. A. G. 2009. Isolasi dan Identifikasi Golongan Senyawa Toksi Dari Daging Buah Pare Momordica charantia L. Bukti Jimbara Jurusan Kimia FMIPK Univesitas Udayana. JUrnal Kimia 32. ISSN 1907-9850 Badan StandarBadan Standar Nasional. 2008. Syarat Mutu Permen Formulasi Permen Jelly Rumput Laut Kappaphycus alvrezii dan Pendugaan Unur Simpannya dengan Model Pendekatan Kadar Air Kritis yang DimodivikasiI DekiDeki I. 2010. Optimasi Formulasi Permen Jelly Rumput Laut Kappaphycus alvrezii dan Pendugaan Unur Simpannya dengan Model Pendekatan Kadar Air Kritis yang Dimodivikasi. [Skripsi] Intitut Pertanian Bogor. Mutu dan Organoleptik Permen Jelly Rumput Laut Gelidium sp. Program Studi Teknologi. Hasil Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan PerikananPutri S M R EstherellaM Dan SuhandanaEstherella, Putri S. M. R., dan Suhandana M., 2018. Karakteristik Mutu dan Organoleptik Permen Jelly Rumput Laut Gelidium sp. Program Studi Teknologi. Hasil Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Maritim Raja Ali Kepulauan Senyawa Kimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstra Kulit Buah Alpukat Persea Americana terhadap Bakteri Vibrio AlginolyticusK Ernawati DanSariErnawati dan K. Sari. 2015. Kandungan Senyawa Kimia dan Aktivitas Antibakteri Ekstra Kulit Buah Alpukat Persea Americana terhadap Bakteri Vibrio Alginolyticus, Jurnal Kajian Veterine 32 Lidah Buaya dan Rumput Laut terhadap Mutu Permen Jelly Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas PertanianS FitrianiF Ali A Dan FitrianaFitriani S, Ali A dan Fitriana F,. 2014. Rasio Lidah Buaya dan Rumput Laut terhadap Mutu Permen Jelly Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Riau. Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 1 14-21 ISSN 1412-4424 Tahun dan Proses Pembuatan GlatinD HastutiI DanSumpeHastuti, D., dan I. Sumpe. 2007. Pengenalan dan Proses Pembuatan Glatin. Jurnal Ilmu-ilmu B HarborneHarborne, J. B. Phytochemical Methods. Terj. Kosasih Padmawinata. Metode Fitokimia. Bandung ITB, Gelatin Tulang Ikan Nila Mera Oreochromis niloticus Terhadap Mutu Permen JellyR IbrahimT SurtiDan MaryaniIbrahim, R. Surti, T, dan Maryani. 2010. Aplikasi Gelatin Tulang Ikan Nila Mera Oreochromis niloticus Terhadap Mutu Permen Jelly. Universitas Ponegoro, Semarang. Jurnal Saintek Perikanan Vol. No. 1, 2010, Konsumen dan Mutu Permen Jelly yang Diolah Dari Rumput Laut Euncheuma cottoniiR MarwitaMarwita, R. 2008. Penerimaan Konsumen dan Mutu Permen Jelly yang Diolah Dari Rumput Laut Euncheuma cottonii. Skripsi Fakultas Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jarak Pagar Jatropha Curcas L Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus ATCC 25923, Escherichia Coli ATCC, Dan Salmonella Typhi ATCC 1408M C NuriaA FaizaitunSumantri DanNuria, M. C., Faizaitun, A., dan Sumantri. 2009. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jarak Pagar Jatropha Curcas L Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus ATCC 25923, Escherichia Coli ATCC, Dan Salmonella Typhi ATCC 1408, Mediagro, 52 Organik Tumbuhan Tinggi. Edisi Keenam. Padmawinata K, Penerjema. Bandung ITB. Terjemahan dari The Organic Constituenis of Higher PlanisT RobinsonRobinson T. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Edisi Keenam. Padmawinata K, Penerjema. Bandung ITB. Terjemahan dari The Organic Constituenis of Higher Rumput Laut Gelidium sp dalam Pembuatan Permen Jelly. [Skripsi] Program Studi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan Istitus Pertanian BogorD SantosoSantoso D. 2007. Pemanfaatan Rumput Laut Gelidium sp dalam Pembuatan Permen Jelly. [Skripsi] Program Studi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan Istitus Pertanian Bogor. Gracilaria Sp. Dalam Pembuatan Permen JellyE SalamahA C ErunganY Dan RetnowatiSalamah E., Erungan A. C., dan Retnowati Y. 2006. Pemanfaatan Gracilaria Sp. Dalam Pembuatan Permen Jelly. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 9 1 38 -46Penuntun Fitokimia dalam FarmasiM SiraitSirait M. 2007. Penuntun Fitokimia dalam Farmasi. Bandung Penerbit ITB Wibowo. 2006. Terobosan Prngebangan Budidaya Udang Vannamei. Artikel Ilmiah Shrimp Club Indinesia. Jakarta Winarno, dan Laksmi S. 1984. Pigmen Dalam Pengolahan Pangan, Dept. THP. Fatemeta IPB. Pangan dan Gizi. PT Gramedia Pustaka UtamaWinarnoWinarno. 1997. Kimia Pangan dan Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.